JAKARTA- PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat tren peningkatan jumlah penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek selama periode libur sekolah tahun 2026. Kenaikan ini terlihat baik pada hari kerja maupun akhir pekan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat untuk beraktivitas dan berwisata bersama keluarga.
Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa rata-rata jumlah pengguna KRL Jabodetabek pada hari libur dan akhir pekan sepanjang Juni 2026 mencapai 736.203 penumpang per hari. Angka tertinggi tercatat pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan total pengguna mencapai 845.292 orang.
Sementara itu, pada hari kerja, volume penumpang tercatat lebih tinggi. Sepanjang Juni 2026, rata-rata pengguna harian mencapai 1.030.610 orang. Puncak penggunaan terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, yang merupakan hari kerja pertama di bulan tersebut. Pada hari itu, jumlah pengguna tercatat mencapai sekitar 1,67 juta orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal berbasis rel di wilayah Jabodetabek.
Secara bulanan, pertumbuhan jumlah penumpang KRL terus menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, total pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek mencapai 28,96 juta orang atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebelumnya, pada April 2026, jumlah pengguna bahkan mencapai 30,58 juta orang, naik 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan April 2025.
Peningkatan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut selama masa libur sekolah yang berlangsung pada Juni hingga awal Juli 2026. Selain dimanfaatkan sebagai sarana transportasi harian, KRL kini semakin banyak digunakan masyarakat untuk perjalanan rekreasi karena menawarkan tarif yang terjangkau, waktu tempuh yang relatif cepat, serta jangkauan yang luas ke berbagai destinasi di kawasan Jabodetabek.
Untuk mengakomodasi tingginya permintaan tersebut, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan KRL setiap hari selama masa libur sekolah. Layanan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga 24.00 WIB guna memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi.
Meski demikian, perusahaan mencatat bahwa konsentrasi pengguna masih banyak terjadi pada jam-jam sibuk, terutama pada pagi hari pukul 05.00–07.30 WIB dan sore hari pukul 15.00–18.00 WIB. Oleh karena itu, KAI Commuter mengimbau masyarakat yang hendak bepergian untuk tujuan wisata atau rekreasi agar memilih jadwal perjalanan di luar jam puncak. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi kepadatan di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
Di sisi lain, KAI Commuter juga terus memperluas aksesibilitas layanan. Mulai 22 Juni 2026, perjalanan KRL Commuter Line Tanjung Priok resmi melayani aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Jakarta International Stadium (JIS). Kehadiran layanan ini menjadi alternatif transportasi yang memudahkan masyarakat untuk menuju kawasan stadion maupun area sekitarnya menggunakan moda transportasi publik.
Penumpang yang ingin menuju Stasiun JIS dapat melakukan transit terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line Tanjung Priok yang melayani rute menuju Stasiun Jakarta Kota dan berhenti di stasiun tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan transportasi umum sekaligus memperkenalkan layanan baru di Stasiun JIS, KAI Commuter bersama pemerintah menghadirkan program tarif khusus sebesar Rp1. Promo ini berlaku selama masa operasional terbatas pada 22–28 Juni 2026.
Tarif spesial tersebut dapat dinikmati oleh pengguna yang melakukan perjalanan dari atau menuju Stasiun JIS dengan tujuan Stasiun Tanjung Priok, Ancol, Kampung Bandan, maupun Jakarta Kota. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mencoba layanan KRL di lintas Tanjung Priok sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dengan tren pertumbuhan pengguna yang terus meningkat dan berbagai inovasi layanan yang dilakukan, KAI Commuter optimistis KRL Jabodetabek akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan selama masa liburan.(red/lis)