
BOGOR, bidikkasusonline – Sebuah granat jenis manggis aktif yang ditemukan dalam kardus di pos kamling Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata bukan milik militer. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh tim Jibom Korps Brimob Mabes Polri, granat tersebut diketahui merupakan granat rakitan, bukan jenis standar militer.
Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang, mengungkapkan dalam keterangan tertulis bahwa setelah dilakukan disposal (pemusnahan) oleh satuan Gegana Mabes Polri, ditemukan kesimpulan sementara bahwa granat yang ditemukan itu merupakan hasil rakitan. "Tim Jibom Korps Brimob bersama Kanit IV Jatanras Polres Bogor memindahkan granat dari pos kamling ke tanah kosong menggunakan bomb blanket untuk dilakukan pemusnahan dengan cara diledakkan," jelas Jajang.
Setelah dilakukan ledakan, serpihan granat tersebut dikumpulkan untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Hasil analisis fisik mengungkapkan bahwa casing granat terbuat dari fiber plastik keras, bukan material yang digunakan pada granat militer standar. Di dalam granat, ditemukan sekrup baja ringan dan BB Bullet atau Gotri sebagai pengisi, yang menandakan bahwa bahan peledak yang digunakan juga tidak sama dengan granat militer yang umumnya menggunakan bahan peledak C4. Granat rakitan ini menggunakan bahan butana cair, bahan bakar yang mudah terbakar dan memiliki daya ledak tinggi.
"Granat ini merupakan temuan pertama di Indonesia, dan kami masih terus mendalami temuan ini serta mencari tahu siapa yang merakitnya," tambah Jajang. Dugaan sementara, granat rakitan tersebut milik Suganda, seorang warga Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, yang kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan hal-hal mencurigakan di sekitar lingkungan mereka guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (Red.A)